Semoga Ada Smartphone Touch Screen yang aksesible untuk Penyandang Tunanetra
Saya adalah seorang relawan untuk teman-teman penyandang
disabilitas, baik tunanetra, tunadaksa maupun tunarungu/wicara. Menjadi seorang
relawan tidaklah mudah, karena menyita banyak waktu, tenaga, dan pikiran dan
tanpa upah. Hal ini saya libatkan ketika itu duduk di semester pertama di
perguruan tinggi di Yogyakarta. Pada awalnya saya tidak menyadari kalau di
dalam kelas itu ternyata ada mahasiswa penyandang tunanetra. setelah beberapa
minggu saya mulai berinteraksi dengan mahasiswa tunanetra ini, dan saya mulai
mengamati kegiatan mereka di luar perkuliahan. Ternyata ada lembaga yang menaungi
dan menampung aspirasi serta civitas akademik mereka. Pusat Studi Difabel,
itulah nama lembaganya. Kebetulan sekali Lembaga tersebut sedang mengadakan milad
alias ulang tahun pertamanya. Salah satu yang menarik di acara tersebut adalah
lembaga tersebut menampilkan aksi dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa
penyandang tunanetra. kebanyakan acaranya adalah pentas kesenian yang semua
alat keseniannya dimainkan oleh mereka yang tunanetra, mulai dari keyboardist,
gitaris, basis, drummer, vocalis, dan berbagai pendukung alat musik lainnya
semuanya dimainkan oleh mereka dengan piawainya. Hal ini tak mungkin tidak
menarik pengunjung, mahasiswa, dan pengguna jalan yang sengaja ataupun tak
sengaja lewat di depan panggung outdoor untuk menyempatkan melihat kebolehan
mereka. Dari situlah saya mulai
berpikir, kok bisa yah? Mereka mempunyai keterbatasan penglihatan, sementara
kelebiihan yang mereka punya jauh lebih banyak daripada saya yang dapat
melihat.
Keheranan saya akan mereka semakin penasaran, sementara saya saja yang
pernah belajar gitar dengan melihat kunci-kuncinya saja membutuhkan waktu yang
cukup lama dan seringkali lupa karena jarang dipraktekkan. Sementara mereka
dengan piwainya memainkan keyboard , gitar, drum, dan lainnya. Tidak hanya itu
saja, ketika dalam perkuliahan mereka pun dapat mengerjakan tugas perkuliahannya
dengan mandiri, tentu saja di dukung oleh fasilitas yang dapat menunjang serta
membantu mereka. Biasanya dosen memberikan tugas perkuliahan kepada semua
mahasiswa termasuk mahasiswa tunanetra dengan softcopy maupun hardcopy. Screen
Reader pada JAWS adalah software atau aplikasi yang biasa digunakan oleh
mahasiswa tunanetra dalam mengerjakan tugas perkuliahan dalam bentuk softcopy. Manfaatnya
banyak sekali bagi mahasiswa tunanetra, karena hampir semua dosen belum mampu
membaca tulisan asli dari mahasiswa tunanetra yang diketik dalam huruf Braille.
Oleh karena itu dengan software JAWS inilah mereka beralih dari tulisan Braille
menuju ke Screen Reader JAWS, yang bisa diaplikasikan dengan berbagai format
yang aksesibel, baik Microsoft Word Office, Excel, Power Point, maupun lainnya.
Kelemahanya baru bisa menarasikan teks dengan bahasa Inggris, belum bisa Bahasa
Indonesia.
Terlebih terkejut lagi ketika mereka bisa berkomunikasi melalui SMS
di Handphone mereka, membuatku tambah kepo. Ternyata mereka juga bisa mengirim,
menulis, dan membaca SMS layaknya orang yang bisa melihat, hanya saja mereka
menggunakan aplikasi Talkback yang dinarasikan, kemudian mereka dapat membaca
dengan mendengarkan isi dari teks tersebut. Tentu saja HP nya juga harus yang
support dengan aplikasi tersebut dan tulisan atau bahasanya dianjurkan baku dan
tidak menggunakan bahasa singkatan seperti anak-anak muda sekarang. Akan tetapi
bagi penyandang tunanetra yang sudah terbiasa menggunakan paham akan
singkatan-singkatan tersebut. Bagi pengguna yang baru butuh waktu yang lumayan
untuk mempelajarinya. Untuk talkback
sendiri sudah bisa akses dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, sehingga
lebih mudah dipahami ketika berkomunikasi SMS dengan teman-teman native
Indonesia. Pada jaman dahulu mereka masih menggunakan HP yang keypad taktil
(keypad fisik) satu tombol isi tiga atau empat huruf berikut tombol
angka-angkanya. Seiring berkembangnya teknolgi, keypad Qwerty pun mereka
gunakan. Sekarang sedang boomingnya HP yg touchscreen dan jual beli online,
yang mana semua itu didukung oleh HP atau Smartphone Android Touchscreen.
Seakan dunia sekarang dikuasai dengan Satu Jari. Penyandang tunanetrapun tak
boleh ketinggalan teknologi layaknya yang normal. Ingin sekali rasanya diri ini
menciptakan teknologi alat bantu bagi penyandang tunanetra tentang aplikasi
yang dapat membantu penyandang tunanetra dapat mengakses Smartphone Touchscreen yang dapat timbul di layar ataupun
ada karakter khusus biar dapat diraba dengan mudah, tapi apa daya, kekurangan
saya yang gaptek belum bisa mewujudkannya. Semoga saja nanti Smartfen
atau ada orang yang mampu menciptakan teknologi tersebut, sehingga penyandang
tunanetra dapat menggunakan Smartphone Touchscreennya dengan mudah baik untuk
komunikasi pribadi, untuk transaksi usaha jual beli secara online, ataupun
akses yang lainnya. Thanks Emak Gaoel bisa ikutin lomba blognya. Bagi saya Microsoft Word teman setia menulis
saya dari mengerjakan tugas kuliah, nge-blog, translate, maupun kepentingan
yang lainnya. Go For It
<a href="http://www.emakgaoel.com/2015/09/blog-competition-go-for-it-with-blog.html" target="_blank"><img alt="Go For It Blog Competition" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoJsj-lzl4fv0yWTYT7mVAOcqXaz9XJI1IsjpGAEMHKh5eeL5RE76x01rvDnefg9M1VYeFg5bHVQka9ODj4ADnYhjkzltVYfke6fBNPr0bDTPqeNWOlgL-SAvdTeY5H6bl_exEm_Z2XPY/s1600/go+for+it+1.jpg" title="Go For It Blog Competition" /></a></center>

